Alibaba larang penggunaan Claude Code di kantor

Alibaba melarang karyawannya menggunakan Claude Code, asisten pemrograman berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) buatan Anthropic. Setelah perangkat lunak menjadi sorotan karena memiliki fitur yang dapat membantu mengidentifikasi pengguna yang berhubungan dengan Tiongkok.

Dikutip dari Reuters, larangan tersebut merupakan bagian dari memanasnya perselisihan antara Alibaba dan Anthropic. Sebelumnya, Anthropic menuduh Alibaba secara ilegal mengekstraksi kemampuan model AI Claude, di tengah persaingan sengit Amerika Serikat dan Tiongkok dalam pengembangan AI.

Claude Code merupakan asisten AI untuk pengembangan perangkat lunak yang cukup populer di kalangan programmer di Tiongkok, meskipun Anthropic telah membatasi akses bagi pengguna dan entitas dari negara tersebut.

Sumber Reuters yang mengetahui kebijakan tersebut mengatakan karyawan Alibaba kini diarahkan untuk menggunakan platform pengembangan kode milik perusahaan, Qoder.

Hingga berita ini ditulis, Alibaba maupun Anthropic belum memberikan tanggapan atas isu yang beredar tersebut . Alibaba juga belum pernah secara terbuka menanggapi tuduhan yang disampaikan Anthropic.

Juni 2026, Anthropic menuding Alibaba melakukan praktik distillation, yakni melatih model AI yang lebih sederhana menggunakan keluaran (output) dari model AI yang lebih canggih.

Dalam surat kepada dua senator Amerika Serikat yang dilihat Reuters, Anthropic menyebut praktik tersebut berpotensi mempercepat kemampuan Tiongkok menyamai fitur-fitur canggih pada model Mythos Preview miliknya.

Larangan Alibaba muncul beberapa hari setelah pengembang menemukan Claude Code memiliki mekanisme yang memeriksa lingkungan pengguna, termasuk zona waktu dan informasi terkait proxy, serta menyisipkan penanda tertentu pada perintah (prompt) yang dikirim ke server Anthropic.

Seorang karyawan Anthropic melalui platform X pada Selasa (30/6) menjelaskan bahwa fitur tersebut merupakan eksperimen yang diluncurkan sejak Maret untuk mencegah penyalahgunaan akun oleh pihak yang tidak berwenang serta melindungi model AI dari praktik distillation.

Sumber Reuters juga mengatakan pembatasan Anthropic terhadap pengguna di Tiongkok relatif sulit diterapkan kepada individu yang dapat menggunakan server di Amerika Serikat sehingga lalu lintas internet terlihat berasal dari negara tersebut.

Namun, menurut sumber itu, perusahaan lebih memperhatikan risiko hukum dan kepatuhan sehingga cenderung mematuhi kebijakan tersebut.

Di tengah upaya perusahaan AI Amerika Serikat membatasi akses tidak sah, penjualan ulang, dan praktik distillation, perusahaan komputasi awan dan AI di Tiongkok mulai beralih ke model AI domestik maupun open source, seperti DeepSeek, Qwen milik Alibaba, Moonshot, dan Zhipu.

Pada saat yang sama, model AI asal Tiongkok juga mulai memperluas penetrasi ke pasar Amerika Serikat, perkembangan yang memicu kekhawatiran di kalangan sejumlah pelaku industri AI di negara tersebut.

Larangan Alibaba tersebut pertama kali diberitakan oleh media Tiongkok. (ARF)

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna